BSY0BSWiGSMpTpz9TUAoGfC7BY==

Dua Wisatawan Bandung Terseret Ombak di Pantai Jayanti, Petugas Berhasil Menyelamatkan


KABAR CIANJUR
- Nekat mengabaikan larangan berenang di tengah cuaca ekstrem berujung pada insiden yang hampir merenggut nyawa dua wisatawan asal Bandung di Pantai Jayanti, Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur. Kedua wisatawan tersebut, Ali Muharovin (28) dan Riki Indriawan (18), warga Babakan Ciparay, Kota Bandung, terseret ombak hingga sejauh 20 meter dari bibir pantai sebelum akhirnya berhasil diselamatkan oleh petugas gabungan.

Kapolsek Cidaun, Iptu Yudi Hernayadi, mengungkapkan bahwa kedua korban berenang terlalu ke tengah meskipun sudah ada larangan dari petugas terkait kondisi cuaca yang tidak bersahabat. Gelombang tinggi yang datang tiba-tiba membuat mereka terseret arus dan kesulitan untuk kembali ke tepian.

"Keduanya tetap nekat berenang meskipun petugas telah memberikan imbauan agar tidak memasuki air. Gelombang tinggi akibat cuaca ekstrem menjadi faktor utama yang membuat mereka terseret ombak," ujar Iptu Yudi.

Melihat kejadian tersebut, petugas gabungan dari kepolisian, penjaga pantai, serta relawan segera melakukan upaya penyelamatan. Proses evakuasi berlangsung dramatis karena tingginya gelombang menyulitkan tim penyelamat untuk menjangkau kedua korban dengan cepat. Namun, setelah berjuang keras, petugas akhirnya berhasil membawa keduanya kembali ke daratan dengan selamat.

Pasca penyelamatan, Ali dan Riki segera dilarikan ke Puskesmas terdekat untuk mendapatkan perawatan medis. Keduanya mengalami sesak napas akibat terlalu banyak menelan air laut dan mengalami dehidrasi ringan. Setelah mendapatkan pertolongan medis, mereka mulai siuman dan kondisi mereka berangsur membaik.

"Rabu petang, keduanya masih menjalani perawatan di puskesmas dengan kondisi yang semakin stabil. Jika sudah dinyatakan pulih, mereka akan diizinkan pulang," tambah Iptu Yudi.

Selama libur panjang Lebaran, petugas keamanan bersama relawan dari BPBD dan PMI Cianjur telah ditempatkan di berbagai titik Pantai Jayanti guna mengawasi wisatawan. Meskipun sudah diberikan imbauan secara langsung serta pemasangan papan larangan berenang, masih banyak pengunjung yang mengabaikan peringatan tersebut.

"Kami akan memperketat pengawasan dan menambah papan peringatan agar wisatawan lebih waspada dan tidak mengabaikan keselamatan diri sendiri. Ombak di Pantai Jayanti memiliki arus kuat dan cekungan-cekungan berbahaya yang bisa menjadi jebakan bagi para perenang," tegasnya.

Petugas mengimbau agar para wisatawan lebih mengutamakan keselamatan dengan tidak berenang di lokasi-lokasi yang telah ditetapkan sebagai area berbahaya. Selain itu, wisatawan juga diminta untuk selalu mengikuti instruksi petugas demi menghindari kejadian serupa yang bisa berakibat fatal. [KC.10]***

Comments0

Terima Kasih atas saran, masukan, dan komentar anda.

Type above and press Enter to search.