BSY0BSWiGSMpTpz9TUAoGfC7BY==

Siaran Pers BMKG : Peningkatan Aktivitas Vulkanik Gunung Gede


KABAR CIANJUR
- Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengeluarkan siaran pers terkait peningkatan aktivitas vulkanik di Gunung Gede, Jawa Barat. Berdasarkan pemantauan terbaru, terjadi lonjakan signifikan dalam jumlah Gempa Vulkanik Dalam (VA), yang berpotensi menimbulkan letusan freatik dan pelepasan gas berbahaya.

Gunung Gede, yang memiliki ketinggian 2.958 meter di atas permukaan laut (mdpl), terletak di perbatasan Kabupaten Cianjur, Sukabumi, dan Bogor. Gunungapi tipe stratovulkanik ini terakhir kali mengalami erupsi pada tahun 1957 dari Kawah Ratu dengan kolom letusan mencapai 3.000 meter di atas puncak. Aktivitas terbaru menunjukkan bahwa hembusan asap kini lebih dominan berasal dari Kawah Wadon, dengan ketinggian asap berkisar antara 50 hingga 100 meter di atas puncak.

Lonjakan Aktivitas Seismik Pada 1 April 2025, antara pukul 00.00 hingga 06.00 WIB, terjadi peningkatan tajam dalam jumlah kejadian Gempa Vulkanik Dalam, yang mencapai 21 kali. Sebagai perbandingan, selama periode 1 hingga 31 Maret 2025, rata-rata kejadian gempa ini hanya berkisar antara 0 hingga 1 kali per hari. Lonjakan aktivitas ini mengindikasikan adanya peningkatan tekanan di dalam tubuh Gunung Gede, yang berpotensi memicu letusan freatik atau pelepasan gas beracun di sekitar kawah.

Status dan Rekomendasi Meskipun terjadi peningkatan aktivitas seismik, hingga 1 April 2025 pukul 10.00 WIB, status aktivitas Gunung Gede masih berada pada Level I (Normal). Namun, Badan Geologi merekomendasikan agar masyarakat, pengunjung, dan wisatawan tidak menuruni, mendekati, atau bermalam dalam radius 600 meter dari Kawah Wadon guna menghindari risiko terpapar gas vulkanik berbahaya.

Untuk informasi lebih lanjut, masyarakat dapat menghubungi PVMBG di Bandung melalui nomor telepon (022) 7272606 atau Pos Pengamatan Gunungapi Gede di nomor 0812-2431-4051. Pihak berwenang akan terus memantau perkembangan aktivitas vulkanik Gunung Gede dan meninjau kembali tingkat aktivitasnya jika terjadi perubahan signifikan dalam pemantauan visual maupun kegempaan.

Kepala Badan Geologi, Kementerian ESDM, Dr. Ir. Muhammad Wafid A.N., M.Sc., menegaskan pentingnya kewaspadaan dan kepatuhan terhadap rekomendasi yang diberikan guna menjaga keselamatan masyarakat di sekitar kawasan Gunung Gede.

Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, mengikuti informasi resmi dari pihak berwenang, dan menghindari penyebaran informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. [KC.05]**

Comments0

Terima Kasih atas saran, masukan, dan komentar anda.

Type above and press Enter to search.